Sebatas kisah
Hai semuanya perkenalkan namaku Irsyad Thabrani, ini kisahku semua berawal ketika aku berusia 10 tahun ya masih sangat kecil saat itu aku baru Duduk dikelas 5 SD,,, sebenarnya aku sama seperti anak-anak pada umumnya yang suka bermain bersama teman sebayaku,saat itu hari Selasa tanggal 10 November tahun 2005 hari kedua masuk sekolah setelah libur lebaran,, sepulang sekolah aku dan teman-temanku yang lain seperti biasanya pulang jalan kaki karena jarak rumahku dan sekolah yang tidak begitu jauh hanya sekitar 100 meter lebih kurang,,saat pulang sekolah sekitar pukul satu siang peristiwa yang tidak akan pernah aku dan keluargaku lupakan pun terjadi,,, sebuah motor melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan, standar motor Vega itupun menancap di kepalaku darahpun bercucuran dengan derasnya,,,tetanggaku memanggil ayahku yang sedang berada diladang mengabarkan tentang kejadian itu,,ayahku lah yang melepaskan standar motor itu dari kepalaku,, kemudian aku pun dibawa ke rumah sakit umum di daerahku namun alat medisnya belum memadai dan akupun dilarikan ke RS M.Djamil Padang disana aku dioperasi,dan tengkorak ku yang retak karena kecelakaan fatal itu diangkat,aku koma sekitar 15 hari,dokter memvonis ku bahwa tubuh bagian kiri ku akan lumpuh total dan harus menggunakan kursi roda,,, sementara itu dikampung ku orang-orang tidak menyangka aku masih bisa bertahan hidup setelah kecelakaan itu karena kecelakaan yang terjadi sangat fatal,,,,, kembali ke Padang setelah aku siuman dari koma aku masih belum bisa menggerakkan tubuh bagian kiri ku dan masih belum bisa bicara setelah sekitar satu Minggu kemudian aku sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah oleh pihak RS ,aku menjalani berbagai macam jenis terapi agar tubuh bagian kiri ku bisa normal kembali namun tidak ada hasilnya,, hingga akhirnya seorang tukang urut langganan orang tuaku mencoba memijat tubuhku setiap hari dan tentunya disertai dengan mandi matahari pagi setiap pagi,, perlahan tapi pasti keajaiban dari Allah SWT pun datang dan mematahkan vonis dokter yang mengatakan tubuh bagian kiri ku akan lumpuh total,ya aku bisa berjalan dengan normal kembali, sebulan kemudian semester baru dimulai sebenarnya aku belum boleh sekolah oleh orang tua ku karena baru sembuh, namun aku bersikeras untuk sekolah dan akupun mulai masuk sekolah semuanya berjalan normal, bahkan aku masih bisa di peringkat 3 besar sewaktu SD dan lulus SD pada tahun 2007 dengan predikat juara 2, setelah itu aku pun memasuki jenjang SMP masih normal hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan putus sekolah dikelas 3 SMP.
5 tahun berlalu dan mimpi buruk itu pun bermula,,efek samping dari kecelakaan yang menyebabkan kepalaku dioperasi mulai bermunculan aku mulai kejang-kejang bahkan sampai lebih dari 3 kali sehari, namun kami belum menyadari kalau kejang yang kualami adalah efek kecelakaan itu hingga akhirnya aku dibawa ke RS,di Rumah Sakit perawat pun menanyakan kepada orangtuaku apa aku pernah operasi dibagian kepala dan orang tua ku mengatakan bahwa aku pernah kecelakaan 7 tahun sebelumnya, perawat RS pun heran kalau aku baru merasakan efek samping dari kecelakaan setelah 7 tahun, karena biasanya orang yang kepalanya dioperasi akan langsung merasakan efek samping nya, setelah kejang efek-efek lain juga mulai bermunculan, mulai dari emosi yang tidak terkontrol hingga memicu terjadinya stress pada diriku, orangtuaku mulai mencari dimana tempat yang bagus untuk pengobatan ku lalu ada salah satu saudara dikampung mengatakan ada dokter yang bagus di Padang dan akhirnya aku dibawa ke klinik itu namun bukannya sembuh malah membuat penyakitku menjadi-jadi sebelumnya aku juga sempat dirukyah di Bukittinggi, hingga akhirnya orangtuaku mendapatkan info untuk pergi ke salah satu klinik di Bukittinggi dan Alhamdulillah obat yang diberikan dokter itu bisa membuat kejang-kejang ku sedikit mereda, ternyata dokter spesialis saraf itu juga praktek di RS umum Padangpanjang,selain obat anti kejang aku juga diberikan obat penenang dari psikolog di RS itu bahkan sampai saat ini aku masih mengkonsumsi obat anti kejang tersebut namun sudah berhenti minum obat penenangnya.
Tahun 2014 entah ada angin apa aku terfikir untuk bisa kembali bersekolah aku juga bingung kenapa aku sangat ingin sekolah saat itu dan kemudian aku pun mengambil kejar paket B dan lulus tahun berikutnya tahun 2015.
Pada tahun 2016 terbersit lagi dalam fikiranku untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, pastinya kejar paket C lah yang bisa aku ambil disana aku mulai belajar kembali untuk membuka diri kepada orang lain,,dan mulai berteman dengan orang-orang yang juga mengambil paket C disana,,, mereka sangat baik dan mau berteman denganku aku sangat senang sekali karena masih ada yang mau berteman dengan orang sepertiku, akhirnya aku lulus tahun 2018, sebenarnya aku hanya ingin berhenti disitu karena aku tau kekuranganku,namun sekali lagi ada saja spirit yang entah datang darimana yang membuatku ingin kuliah,, awalnya aku tidak tahu kampus mana yang cocok untukku lalu orangtuaku mengatakan ada satu universitas swasta di kota Padangpanjang yang notabene dekat rumahku untuk mengurangi potensi hal-hal buruk terjadi padaku,aku tidak tahu apa-apa tentang kampus itu,,aku hanya pernah mendengar saja ,ya sudah aku mendaftarkan diri kekampus itu,,,aku mendaftar di fakultas ilmu keguruan dan pendidikan atau FKIP dengan alasan jarak yang dekat dan mudah ditempuh, sebelumnya aku tidak tahu kalau fakultas yang aku ambil ini adalah untuk calon guru karena tujuan awalnya aku hanya ingin kuliah dan memperlancar bahasa Inggris ku. Dan waktu terus berjalan sewaktu semester 3 aku mulai merasakan hal aneh padaku bahkan aku hampir memutuskan untuk berhenti "kembali" dari pendidikan ku namun perasaan itu langsung hilang begitu saja,,,. Sebenarnya aku masih mengalami kejang-kejang namun tidak separah awal-awal dulu, hampir setiap 3 bulan sekali pasti aku mengalami kejang , sekitar bulan Desember 2019 selepas sholat Zuhur aku kembali mengalami kejang di kampus ku,,,, untungnya teman-teman ku langsung mengabarkan kepada orangtuaku dan membawa ku ke RS terdekat. Selanjutnya perkuliahan berjalan normal kembali dan tidak ada gangguan, kemudian pada semester 4 kami harus menjalani kuliah daring seperti universitas yang lain, walaupun dengan keadaan fisik ku yang tidak begitu baik karena susah untuk mengingat sesuatu bahkan pelajaran namun Alhamdulillah atas Rahmat Allah SWT nilai IPK ku tidak begitu buruk tapi juga tidak bagus bagus banget sih,,,hihi,, nilai IPK terakhir ku adalah 3.22 di semester 6 kemarin dan sekarang aku mulai memasuki semester 7 dan mulai melaksanakan KKN dik,,,ya aku belajar untuk mengajar,,aku berharap kedepannya aku bisa sembuh dari ketergantungan terhadap obat-obatan ini meskipun itu mustahil.
Sekian ceritaku yang tidak terlalu penting ini. Aku hanya ingin memberi motivasi kepada teman-teman yang juga memiliki kondisi yang serupa denganku entah itu yang survivor penyakit syaraf, entah itu teman-teman yang pernah operasi kepala,dan teman-teman yang putus sekolah karena alasan lainnya bahwa kita bisa untuk bangkit dalam kekurangan kita, kita tetap bisa melanjutkan pendidikan walaupun keterbatasan yang Kita miliki. Tetap semangat teman-teman. Wassalam😊
Komentar
Posting Komentar